Rapat Koordinasi Virtual Meeting Kegiatan Pelestarian Bhineka Tunggal Ika Guna Meningkatkan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa

Pemalang-Rabu 17 Maret 2021,Drs. AGUS ALIM (Kasubid Idiologi Ketahanan Bangsa) dan HER BUDI SUSILO, S.Sos, M.Si.  mengikuti rapat koordinasi secara virtual dalam rangka Pelestarian Bhineka Tunggal Ika Guna Meningkatkan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa, di ruang rapat Bakesbangpol Kab. Pemalang.

Adapun hasil atau informasi yang disampaikan dalam Rapat Rapat Koordinasi Virtual Meeting Kegiatan Pelestarian Bhineka Tunggal Ika Guna Meningkatkan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Kab. Pemalang tersebut di Kabupaten Pemalang antara lain :

  1. Penyelanggaraan Pembauran Kebangsaan adalah Proses Pelaksanaan Kegiatan Intergrasi Anggota Masyarakat dari berbagai Ras, Suku, Etnis melalui Interaksi sosial dalam bidang Bahasa, Adat Istiadat, Seni Budaya, Pendidikan, dan Perekonomian Untuk Mewujudkan Kebangsaan Indonesia Tanpa Harus menghilangkan Identitas Ras, Suku, dan Etnis masing-masing dalam kerangka NKRI.
  2. Peran Pemerintah Daerah dalam menciptakan Toleransi tersebut, antara lain dengan :
    1. Aktif mendukung program kerja yang diagendakan organisasiyang mendukung toleransi.
    2. Memfasilitasi Kegiatan Organisasi dimaksud dengan dukungan dari APBD.
    3. Aktif melakukan Pembinaan bagi Organisasi tersebut.
    4. Monitoring dan Evaluasi keberadaan Oraganisasi tersebut.
  3. Ke Indonesia bangsa Indonesia dipresentasikan dalam lambang Negara Indonesia berdasarkan PP No. 66 Th. 1951tanggal 17 Oktober Th, 1951akan tetapi berlaku sejak 17 Agustus 1945. Penggunaan diatur dalam PP No.43 Th 1950 dan disempurnakan dalam UU No.24 Th.2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang negara serta Lagu Kebangsaan.
  4. Dan dijelaskan pula Deskripsi dan Arti Filosofi Burung Garuda sebagai Lambang Negara Indonesia dan arti makna Pancasila
  5. Pluralitas masyarakat sesungguhnya bukan sumber konflik, sebab setiap agama dan etnis mengajarkan perdamaian, keharmonisan dan keselarasan, tetapi problematika yang kadang sering terjadi dalam internal umat beragama, antara lain konflik perbedaan paham, konflik terkait tempat peribadatan dan yang terkait kepengurusan peribadatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *