Kegiatan Webinar Nasional Vox Point Indonesia

Pemalang-Pada Hari Sabtu 13 Maret 2021. Kegiatan Webinar Nasional Vox Point Indonesia bertema Kerukunan antar umat Beragama Kunci Keutuhan NKRI  melalui Zoom Meeting dilaksanakan di Ruang Rapat Bakesbangpol Kabupaten Pemalang. Narasumber Mentri Agama Republik Indonesia yang  (Diwakili Dirjen Bimmas Katholik Kemenag RI) Johannes  Andoyo dan Gubernur Lemhanas  (di Wakili  Kepala Bidang Ideologi Lemhanas ). Peserta webinar Badan Kesbangpol Provinsi, Kab/ Kota Se- Indonesia   beserta FKUB Se- Indonesia.

Hasil Kegiatan Webinnar antara lain :

  1. Pemerintah, menurut Dirjen Binmas Katholik yang mewakili Menteri Agama dalam Webinnar tersebut menungkapkan dalam rangka membangun kerukunan antar umat beragama telah memberikan ruang kepada berbagai organisasi keagamaan yang ada di Indonesia untuk membangun pola dan bentuk toleransi agama, toleransi antar umat beragama dan toleransi beragama, dalam mendukung bahwa Peran agama dalam proses pembangunan Nasional, merupakan bagian penting dan diatur dalam UUD 1945. Oleh karena itu semua Agama diindonesia harus saling menghormati dan bekerjasama dalam membangun kebersamaan antar umat beragama, agar sikap-sikap Radikalisme agama tidak menganggu kehidupan beragama dan Pembangunan Nasional.
  1. Dari Lemhanas    yang   diwakili  Kepala   Bidang  Ideologi,   menjelaskan keberagamaan  yang ada di Indonesia, baik agama, golongan, suku dan ras merupakan kekuatan , juga ancaman bagi bangsa ini dalam membangun negera demokrasi. Oleh karena itu Negara dengan dukungan semua elemen agama harus mengelola kebhennekaan dan keberagamaan  menjadi unsur penunjang dalam proses pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya, dimana Pancasila sebagai rujukan nasional benar-benar menjadi pedoman dan arah negara dalam membentuk toleransi antar umat beragama berkualitas dan memperkokoh ketahanan ideologi, Politik dan Ekonomi.
  1. Dari Penanngap Diskusi yang berasal dari berbagai Organisasi Keagamaan, secara garis besar untuk membangun kerukunan antar umat beragama, agar menjadi kunci dalam Pembangunan Nasional, semua pihak perlu adanya keterbukaan, kebersamaan dan saling menghargai perbedaan untuk menghadapi berbagai radikalisme, fundamentalisme dan pemahaman yang sempit terhadap peran agama, sehingga konflik-konflik antar umat beragama dan umat agama sendiri dapat dimarginalkan untuk mendukung Indonesia menjadi Negera yang demokrasi.
  2. Sedangkan dari ICRP, menurut Prof Siti Musdah Mulia, bahwa dalam penguatan Kerukunan antar umat beragama, harus memperhatikan tiga unsur yaitu secara Kultural, Secara Struktural dan Stereotipe. Secara kultural, kita jangan mengajarkan secara dini diskriminasi terhadap agama, ras, suku dan golongan, karena ke depannya kita kesulitan dalam membangun sikap-sikap toleransi terhadap perbedaan yang ada, sehingga semua, terutama Pemerintah harus bisa menghentikan sikap-sikap diskriminasi di Sekolah terutama di sekolah PAUD.   Kemudian   terkait  secara  Struktural,  Pemerintah   harus  benar -benar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *